Click to close
Tampilkan postingan dengan label MALE BEHAVIOR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MALE BEHAVIOR. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 April 2011

Read My Lip-Sign, honey!

Bibir pria tidak pernah dapat menipu, itulah yang diakui para ahli bahasa tubuh. Perhatikan, ladies, dari cara ia menggerakkan bibirnya Anda akan tahu apa yang dia pikirkan.

Dia Menyunggingkan Senyum.
Mungkin si dia akan terlihat aneh saat bibirnya tertarik ke samping lalu mengarah atas. Yang sebenarnya terjadi adalah ia ingin tersenyum, tapi ia merasa self-conscious. Perlu Anda ketahui kalau bagi pria menunjukan perasaan positif merupakan hal yang sulit. So, senyum simpulnya tersebut merupakan seringai besar yang tertahan.

Dia Mengatupkan Bibir.
Well, mungkin si dia sedang ada masalah atau menyimpan berita kurang menyenangkan untuk Anda. Cara ia mengerutkan kedua bibir seakan berusaha untuk menahan kata-kata yang akan dilontarkannya. Sebuah penelitian menyatakan bahwa tampilan bibir seperti ini untuk membantu menghilangkan kegelisahan Anda, karena anda telah mengantisipasi apa yang dikatakannya.

Menutup Bibir dengan Tangannya.
Sesuatu (atau mungkin Anda) membuatnya nervous. Membelainya bisa jadi salah satu cara ampuh lho untuk menenangkannya. Hal ini juga berlaku saat si dia merasa deg-degan dan speechless saat bersama Anda.

Dia Menggigit Bibir.
Yeah, baby, dia tampil sangat seksi! Lidah yang mengunyah merupakan hal yang dilakukan pada sesuatu yang yummy. So, tanpa disadari ia mengigit bibirnya sendiri, dan ia pun membayangkan lidahnya sedang “beraksi” di dalam mulut Anda.

Read My Lip-Sign, honey!

Bibir pria tidak pernah dapat menipu, itulah yang diakui para ahli bahasa tubuh. Perhatikan, ladies, dari cara ia menggerakkan bibirnya Anda akan tahu apa yang dia pikirkan.

Dia Menyunggingkan Senyum.
Mungkin si dia akan terlihat aneh saat bibirnya tertarik ke samping lalu mengarah atas. Yang sebenarnya terjadi adalah ia ingin tersenyum, tapi ia merasa self-conscious. Perlu Anda ketahui kalau bagi pria menunjukan perasaan positif merupakan hal yang sulit. So, senyum simpulnya tersebut merupakan seringai besar yang tertahan.

Dia Mengatupkan Bibir.
Well, mungkin si dia sedang ada masalah atau menyimpan berita kurang menyenangkan untuk Anda. Cara ia mengerutkan kedua bibir seakan berusaha untuk menahan kata-kata yang akan dilontarkannya. Sebuah penelitian menyatakan bahwa tampilan bibir seperti ini untuk membantu menghilangkan kegelisahan Anda, karena anda telah mengantisipasi apa yang dikatakannya.

Menutup Bibir dengan Tangannya.
Sesuatu (atau mungkin Anda) membuatnya nervous. Membelainya bisa jadi salah satu cara ampuh lho untuk menenangkannya. Hal ini juga berlaku saat si dia merasa deg-degan dan speechless saat bersama Anda.

Dia Menggigit Bibir.
Yeah, baby, dia tampil sangat seksi! Lidah yang mengunyah merupakan hal yang dilakukan pada sesuatu yang yummy. So, tanpa disadari ia mengigit bibirnya sendiri, dan ia pun membayangkan lidahnya sedang “beraksi” di dalam mulut Anda.

3 Bad Behavior Yang Dicari Para Pria

Karena pria memang tak pernah bisa ditebak, ujar John Perry, penulis The (all new) Good Wife Guide. Stop Calling Pasangan yang berbicara sehari penuh tak punya apa pun untuk diperbincangkan di pengujung hari. Ia sudah tahu kalau bos Anda tadi marah-marah, sahabat Anda mau cari jodoh di Ibiza, dan Anda tadi makan siang crab salad. Tak ada lagi topik tersisa! Maka, ia mulai membahas tentang aplikasi iPad, dan Anda pun berteriak, “OMG! Bosan ngomongin iPad!” Berantem, deh.

Sit on His Knee
Hubungan sudah bertahun-tahun dan romansa seolah gone with the wind. Seks mungkin berjalan, tapi berpegangan tangan saat berada di mobil, cuddle di depan TV, berciuman sebelum meninggalkan rumah... nada. Hey ladies, hal-hal simpel inilah yang membangun intimasi. Kalau Anda malas melakukannya, what are you going to end up with?

Be Independent
Ini tidak harus tentang finansial, meski dalam konteks “perfect world”, Anda dianjurkan untuk juga bermatapencaharian. Tapi yang terpenting, you have your own life. Baik kehidupan sosial atau profesional, Anda perlu merasa yakin, kalau suatu saat pria di sisi Anda ini ternyata bukan Mr. Right, dan Anda harus melepasnya pergi, you will be just fine.

4 Sinyal Pria Itu Cheater

Berikut studi psikoterapis Judith Kellner. Anda mungkin shock membacanya...

Sering Update FB & Twitter
Biasanya ia tidak terlalu “chatty” di social network, tapi mendadak... ya ampun, tiga menit sekali! Update-nya juga tak penting: “Sedang di gym” atau “Baru beli kemeja baru!” Beware, ladies. Meng-update berarti mencari atensi. Kalau bukan cuma buat Anda, hmmm, berarti ada siapa lagi?

Ia Tidak Peduli “Go Green
Yes, ketidakpeduliannya terhadap isu mendunia seperti global warming, menunjukkan kalau ia... well, tak peduli pada hal yang sebenarnya sangat krusial bagi hidupnya.

Ia Mendadak Fashionable
Ia jadi sangat peduli tren, dan membuang baju yang sudah tidak ikut tren. Dan sedikit-sedikit, ia bertanya pada Anda, “Do I look good? Bagaimana menurut kamu? Oke kan tampilannya? Ada yang kurang?” Uh-oh.

Selasa, 12 April 2011

Ungkap Rasa Penasaran Anda

Si dia bertingkah aneh belakangan ini. Mungkin mood-nya sedang tidak baik, namun ketika Anda bertanya, dia hanya menjawab segalanya oke. Apakah ada yang salah dengan saya?
–Jane, via email.

Jane, tidak ada yang salah dengan Anda, atau pun dengan ketidaktahuan Anda tentang keadaan yang tak pernah diungkapkannya. Mungkin dia sedang dibanjiri deadline yang dia tidak tahu harus mulai dari mana, atau si dia gagal mendapatkan proyek besar yang diidamkannya. Dan bisa jadi si dia sedang dihimpit masalah keuangan dan dia tidak ingin Anda berpikir bahwa dia adalah pria yang lemah. Mungkin Anda berpikir bahwa ini adalah hal yang aneh, karena Anda merasa sebagai kekasih dia bisa bercerita segalanya pada Anda. Bukan berarti dia menganggap Anda bodoh, namun terkadang pria membutuhkan “ruang” di mana dia harus memutuskan sesuatu sendiri. Pria tidak ingin dianggap lemah atau tidak dapat mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Kaum adam ini cenderung lebih senang untuk mendapatkan saran ketimbang sebuah keputusan.

Dengan adanya pertimbangan atau saran, mereka akan tetap mengambil keputusan sendiri dengan pertimbangan saran Anda. Jika dia memang membutuhkan pendapat Anda, pasti dia akan memintanya, atau Anda bisa juga mengungkapkan pikiran Anda (tanpa pemaksaan, tentunya). Namun yang perlu diingat adalah, ini merupakan sebuah saran atau diskusi yang belum tentu akan diterima olehnya. Jadi, tak perlu sakit hati jika saran Anda ditolaknya.

Ada Apa Dengan Para Pria?

Coba pikirkan pasangan Anda, atau pria yang terakhir Anda kencani. Clingy? Check. Pasrah? Check. Suka dikontrol? Double check. Benarkah mereka telah berevolusi? Cosmo menginvestigasi.

Ada yang salah dengan pria masa kini. At least itulah yang ada di pikiran Samantha*, 27 tahun. Ia bercerita pada Cosmo, “Pria terakhir yang saya kencani... oh my goodness, selalu menuntut waktu saya, tidak pernah punya agenda sendiri, dan sangat, sangat pasif urusan bercinta. Selalu saya yang memulai PDA (Public Display Affection), selalu saya yang menjadwalkan agenda romantis, dan kalau saya bilang ‘A’, dia mengangguk. Saya bilang ‘B’, dia menurut. What the h**k is happening?”

Itu dia pertanyaannya. Ada apa dengan para pria? Menurut Michael Kimmel, PhD, penulis Men and Masculinities, pria usia 20an zaman sekarang memang jauh berbeda dengan beberapa tahun lalu. “They like commitment! Mereka tidak setakut dulu dengan konsep pernikahan. Mereka tidak lagi complicated, tidak lagi muluk-muluk,” ujar Michael. Jadi, apa masalahnya? Bukannya ini kabar baik? “Well, justru wanitalah yang sekarang mengambil posisi mereka,” tutur Michael, “wanita yang jadi ‘pesimis’ dengan konsep pernikahan, complicated, dan muluk-muluk.”

“Um, Ini Kenapa Si Dia Yang Selalu Membicarakan Masa Depan ya?”
Teman Cosmo, Vita, 25 tahun, baru saja menikah. Sebulan kemudian, ia mengeluh karena suaminya terus-menerus minta punya baby. Sementara Vita? “Bukannya sebaiknya kita menunggu dulu? Have fun dulu berdua?” katanya kebingungan. Lain lagi dengan Marissa, 27 tahun, yang freaked out ketika kekasihnya (baru pacaran satu tahun) mendadak bilang, “Nanti setelah kita menikah, enaknya tinggal di daerah mana ya? Aku prefer Bintaro sih.” Rasanya sudah hilang masa-masa di mana wanita yang sibuk bertanyatanya, “Kapan ya si dia menikahi saya? Kenapa dia tak kunjung melamar?” Sekarang, pria lebih siap untuk merajut masa depan yang “settled”. Sedangkan Anda? Oh, tak semudah itu. Ini bukan salah Sex & the City. Bukan karakterisasi Samantha Jones yang memengaruhi Anda untuk menunda pernikahan. You’re di society di mana wanita sampai rumah pukul 5 sore kemudian mulai memanggang cupcake. Anda terbiasa melihat wanita berkutat dengan komputer sampai pukul 9 malam, karena well, lebih baik stay di kantor, daripada harus terjebak macet. Apa akibatnya? “Wanita sekarang berpikir, I want the best job, the best man, the best stuff. Mereka sekarang berpikir, mereka bisa melakukan apa saja, dan menjadi apa saja,” kata Barry Schwartz, PhD, penulis The Paradox of Choice. Anda ingin the best job, the best man, the best stuff? Tak perlu otak sepintar Einstein untuk tahu kalau ini otomatis mendorong “pernikahan” ke nomor ke-sekian di to-do list Anda.

“Kenapa Sekarang Banyak Pria Tak Berani Mengambil Langkah Pertama?”

Tak usah malu. Anda bukan satu-satunya wanita yang pernah menyatakan cinta terlebih dulu kok. Anda juga bukan satu-satunya wanita di dunia yang lebih sering meminta jatah bercinta dibandingkan pasangan. Hey, you’re a fun fearless female. Be proud of it! Tapi ingat, ini tidak berarti kalau pria tak lagi tertarik dengan cinta dan seks. “Mereka hanya lebih meminimalisasi risiko,” kata Barry, “mereka telah mengadopsi penikiran ‘If she wants me, she’ll come and get me’.” Jadi jangan heran kalau pria yang Anda incar, meskipun aktif BBM/telpon/mengajak kencan, tapi harus menunggu bulan purnama dulu sebelum akhirnya menyatakan cinta. They’re playing it safe. Urusan seks? He’s still a man and he loves it. Tapi memang ada sedikit perubahan dalam departemen seks. Sekarang, wanita lebih in charge di kamar tidur (thanks to Cosmo). Hal ini memang bikin pria excited, tapi pada waktu bersamaan, bikin si dia kehilangan inisiatif. Abraham Morgentaler, MD, psikolog terkenal di Harvard Medical School berkata, “Banyak pria bilang pada saya, wanita zaman sekarang benar-benar tahu apa yang mereka mau di tempat tidur. What they want, they get! (again, thanks to Cosmo), jadi pria lebih membiarkan wanita yang mengatur agenda bercinta.”

“OMG! Clingy! Clingy! Shoo! Shoo!”
Seperti kisah Samantha di atas. Ingat kalau dia mengeluh “Kekasih saya selalu menuntut waktu saya, tidak pernah punya agenda sendiri”? Wajar saja. Ayo, kembali pada teori psikolog Abraham Morgentaler di atas. What you want, you get. Jangan heran kalau pasangan seolah tak pernah punya sel kreativitas di dalam kepalanya. Anda yang harus menentukan makan di mana, liburan ke mana, bercinta posisi apa... sigh. Tapi coba Anda pikir lagi. Memang begitu kan selama ini? Setiap kali mau berkencan, Anda segera berkata pada pasangan, “Aku mau makan sushi! Kita makan di restoran Jepang ya!” Lalu saat musim liburan tiba, Anda bilang, “Aku mau ke Bangkok! Kita ke Bangkok baby...” Setiap kali ia mencoba mengajukan usul, seperti menonton DVD di kamarnya sambil menikmati homemade meal, reaksi Anda pasti: “Geeez, can you be any more booo-ring?” Harus diakui, wanita jauh lebih kreatif dalam merancang agenda romantis. Maka gara-gara ini, pria akhirnya memilih untuk “pasrah”, dan membiarkan Anda yang mengisi agenda. Karena menurut pengakuan mereka pada Cosmo: “Daripada nanti salah lalu dimarahi, lebih baik Anda yang pilih.”

The New Guide For All Women
So, sebenarnya bukan para pria yang berevolusi, darling. You are! Sekarang, Anda diberikan pendidikan setinggi langit. Anda terekspos dengan serial Twitter, iPad, dan BlackBerry dalam genggaman tangan. Yang berarti, dunia membuka pintunya lebar-lebar untuk Anda. Tak cuma IQ dan kemampuan Anda saja yang bertambah, sekarang Anda punya jauh lebih banyak PILIHAN dalam hidup. Anda ingin mengejar karier hingga puncak teratas? Go ahead. Atau Anda malah ingin menikah di usia 23? Why not? Tiba-tiba Anda ingin ekspedisi Eat Pray Love; makan pasta di depan menara Eiffel, menyentuh tembok Taj Mahal, dan bertemu Mr.Right di pulau eksotis? You absolutely can. Berita baik dari fenomena ini adalah, Anda tak lagi berada di bawah ideologi “I need a man to be happy”. That’s good. Tapi... jangan lupa juga untuk mencamkan baik-baik dalam kepala kalau semua ini tidak berarti Anda lebih baik sendiri, atau “I’m better off alone”. Anda mungkin sudah menjadi jelmaan wanita-wanita global dan powerful seperti Samantha Jones, Lady Gaga, atau Sandra Bullock. Tapi Anda tetap tidak bisa begitu saja menghindari destiny. Karena kadang, di saat Anda tengah asyik menjalani hidup, akan ada seorang pria yang justru jatuh cinta dengan sikap independen Anda ini. Tak cuma betah di sisi Anda, Ia akan sabar menunggu kalau Anda harus kerja sampai larut malam, tidak pernah komplain kalau Anda sedang berlaku bak annoying drama queen, dan yang terpenting, ia tidak pernah meremehkan semua keinginan dan mimpi Anda. So when he comes around, it’s stupid to say no, right?

Secangkir Teh Untuk Kemesraan

Lupakan makan malam mewah atau hadiah perhiasan berlian yang mahal. Zoe Foster penulis Textbook Romance berkata bahwa hal-hal yang terlihat kecil pun tak kalah penting dan berkesan. Tidak peduli berapa lama hubungan Anda dan si dia telah berjalan, wanita selalu ingin merasakan pasangannya peduli dengan cara yang sederhana seperti membuatkannya secangkir teh, lho.

Teh Sebagai Simbol Kenyamanan
Minuman apa sih yang paling tepat untuk Anda tawarkan kepada teman perempuan yang baru saja diputuskan oleh pasangannya, housemate yang protes, atau teman kantor yang kelelahan? Highly recommended: a cup of tea! Teh hangat mampu membuat jiwa terasa nyaman saat seseorang dilanda kekecewaan, memberikan perhatian seperti halnya sebuah pelukan. Sudah pasti kan, dalam sebuah hubungan selain rasa cinta dan percaya, hal-hal tersebut menduduki posisi penting. Jika Anda dan pasangan memiliki fondasi kuat atas hal tersebut, bisa jadi hubungan Anda memiliki kesempatan bertahan sampai akhir.

Secangkir Teh, Perubahan Besar
Anda mungkin bisa membelikan si dia hadiah mahal atau mengajaknya dinner di restoran mewah, tapi tahukah Anda bahwa melakukan hal-hal sederhana namun esensial justru bisa membuat si dia merasa super spesial? Coba pikir baik-baik, berapa banyak perhatian yang si dia rasakan saat Anda mengirimkan pesan singkat yang suportif sewaktu dia memasuki hari kerja pertama, membelikan majalah Cosmo di halte bus karena tahu itu majalah kesukaannya, atau membantu ibunya membetulkan koneksi internet yang putus. A bouquet of care for your beloved partner, that's what matter the most! Kurang lebih hal seperti itulah yang membuat secangkir teh menjadi sangat istimewa. Menunjukkan bahwa Anda peduli dengan dirinya dan mencoba memahami dirinya. Ketika Anda melupakan “secangkir teh”, seolah itu merepresentasikan hubungan Anda yang jadi hambar. Nggak mau sampai begitu, kan?

Tentu saja, tidak harus selalu dengan secangkir teh. Perhatian Anda dapat ditunjukkan dengan berbagai hal, yang terpenting lakukan itu dengan inisiatif dan penuh cinta. Jadikan si dia sebagai wanita paling beruntung sedunia dengan sosok Anda yang perhatian. Meski hanya melalui hal sederhana seperti secangkir teh itu tadi. Even some simple things can do the “magic” for your relationship!

Tips Cosmo!
Jadikan momen minum teh bersama dia menjadi lebih romantis! Si dia pasti terkejut betapa Anda bisa sangat manis!
1.Cari tahu rasa dan aroma teh yang dia sukai. Anda dapat menambahkan aroma bunga, buah atau daun mint agar teh yang diminum oleh si dia lebih berkesan.
2.Sajikan dalam ceramic tea sets untuk mempercantik tampilan.
3.Cobalah tata meja lebih menarik. Letakkan rangkaian bunga di tengah meja. Pasang taplak meja yang bersih dan cantik, pastinya membuat acara bincang-bincang lepas penat Anda dan si dia menjadi lebih nyaman. Who knows it will lead to bed? Hmm..(foto: wallcoo.net)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates